Artikel

SABUN ALAMI “AMAN, EKONOMIS DAN RAMAH LINGKUNGAN”

SABUN ALAMI “AMAN, EKONOMIS DAN RAMAH LINGKUNGAN”

Penulis: Dwinna Rahmi - Balai Besar Kimia dan Kemasan

DEFINISI
Sabun merupakan pembersih diri dari kotoran yang menempel di permukaan kulit. Hampir semua orang membutuhkan sabun karena fungsinya sangat penting, namun sabun juga dapat menjadikan kulit kering. Reaksi kulit terhadap sabun dipengaruhi oleh bahan pembuatnya. “Sabun alami” adalah sabun yang dibuat dari bahan-bahan alam. Sebagai daerah tropis, Indonesia kaya akan bahan alam seperti minyak nabati dan tumbuh-tumbuhan. Minyak nabati seperti minyak kelapa, minyak sawit, minyak jagung, minyak biji matahari dan lain-lain merupakan bahan utama pembuat sabun alami  Selain itu ekstrak tumbuh-tumbuhan akan menambah fungsi dari sabun tersebut.

DASAR TEORI PEMBUATAN SABUN “REAKSI SAPONIFIKASI”
Dasar teori pembuatan sabun cair maupun sabun padat adalah reaksi saponifikasi. Saponifikasi adalah reaksi hidrolisis asam lemak/minyak oleh adanya basa kuat (NaOH atau KOH) atau dikenal dengan larutan alkali (lye) sehingga menghasilkan sabun berupa garam natrium dari asam lemak/minyak. Alkali (lye) yang digunakan untuk membuat sabun cair maupun sabun padat (batang) pada dasarnya sama, yang membedakan adalah jenis alkali yang digunakan. KOH (potassium hidroksida) digunakan untuk membuat sabun cair. NaOH (sodium hidroksida) digunakan untuk membuat sabun padat. Sabun mempunyai sifat membersihkan melalui proses kimia koloid, karena sabun mempunyai gugus polar dan non polar.

CARA PEMBUATAN
Cara pembuatan sabun alami tidak sulit, namun perlu ketekunan, takaran yang akurat, kesabaran serta kemauan, prosedur detail sudah banyak di publikasi. Bahan baku utama adalah minyak nabati dan larutan alkali, sedangkan peralatan yang digunakan sederhana yaitu mixer atau blender, panci, pemanas. Siapkan minyak nabati tunggal atau campuran dan larutan alkali, Larutan alkali dibuat dengan cara menuangkan alkali ke dalam air suling. Hasil pencampuran bahan ini akan menimbulkan panas karena sifat reaksinya eksoterm. Proses saponifikasi dilakukan dengan menambahkan larutan alkali ke dalam minyak hangat, lalu di campurkan sampai trace atau agak mengeras, dan dicetak untuk sabun padat dan dicairkan untuk sabun cair.

KEAMANAN, KEEKONOMISAN DAN RAMAH LINGKUNGAN
Menurut The Green Living Expert dikatakan bahwa sabun alami membuat kulit tetap terlindungi. Sabun alami tidak mengandung bahan kimia, sehingga tidak membuat kulit iritasi, atau kemerahan, terutama bagi kulit yang sensitif, bahkan bahan alam dalam sabun alami dapat memperbaiki kulit yang mengalami masalah tersebut. Sebaliknya bahan kimia pada sabun biasa bersifat merusak terutama untuk kulit sensitif.
Indonesia yang kaya akan tumbuhan menghasilkan minyak nabati menjadikan sabun alami meadi sangat ekonomis serta ramah lingkungan. Oleh karena itu, sabun alami bisa menjadi pilihan yang tepat untuk membuat kulit lembut yang dapat dibuat dirumah.

Share: